Hampir semua pernah mengalami stres. Namun stres yang terus menerus ternyata dapat memicu timbulnya sejumlah penyakit pada rongga mulut, seperti sariawan hingga kanker rongga mulut.
Mengutip hellosehat.com, stres adalah reaksi biologis terhadap gangguan fisik, emosi, maupun mental. Stres dapat memengaruhi daya tahan tubuh terhadap penyakit. Jenis stres yang dapat berdampak pada kesehatan mulut merupakan stres dalam jangka panjang yang telah gagal untuk dikendalikan.
Stres bisa menyebabkan perubahan komponen mulut seperti produksi air liur yang berperan sebagai sistem pertahanan rongga mulut. Stres juga meningkatkan risiko terjadinya lesi atau luka dan infeksi pada dinding mulut dan gusi serta mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit.
Drg Sri Hananto Seno, Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia menceritakan, ada seorang pasien yang tidak memiliki gen kanker dan tidak memiliki gejala awal tapi terkena kanker rongga mulut.
Setelah menjalani operasi pengangkatan kanker, ternyata si pasien juga tak kunjunh sembuh, hingga akhirnya dilakikan pemeriksaan secara mendalam dan ternyata penyebabnya, pasien memiliki permasalahan dengan keluarganya yang memicu sel kanker menjadi lebih aktif.
“Stres bisa sebabkan kanker rongga mulut itu ada. Ini dialami pasien yang memiliki permasalahan pribadi yang dipikirkan selama setahun” ungkap Drg. Seno.
Ada beberapa hal lain yang menyebabkan kanker rongga mulut, di antaranya faktor keturunan, banyak mengonsumi makanan pengawet dan mengkunsumsi makanan yang dibakar, bahan penyedap, radiasi sinar UV, polusi hingga zat pewarna.
Sedangkan kanker rongga mulut bisa dideteksi sejak dini ketika muncul gejala luka di mulut yang tidak kunjung sembuh, perubahan warna mulut, benjolan yang tidak lazim terutama di pinggir lidah, hingga gigi goyang yang tidak ada sebabnya.
“Kadang-kadang ditemukan gigi goyang tanpa sebab itu akan tumbuh kanker antara gigi dan tulang,” pungkas Drg. Seno.(Tim Media RSI Hasanah)

